Melubernya Sampah di Jalan

Muaradua Rambupena.com.
Oleh: Arum Pramistyasari, S.Pd.
Penulis adalah Mahasiswa PPG Prajabatan PGSD
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Tahun 2021
Sejumlah warga menutup tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan Bantul, sejak tanggal 7 Mei 2022 dikarenakan disekitar warga TPST Piyungan mengeluhkan bau sampah yang sangat menyengat,dan sampah juga mencemari sumber air warga.
Di depo pengumpulan sampah sementara terlihat beberapa unit truk jungkit dengan tumpukan sampah diatasnya.Belasan gerobak dorong mengantre dengan kondisi penuh sampah plastik, sisa makanan, dan dedaunan.Pemandangan tersebut tampak berada tempat sampah di setiap lokasi pembuangan sampah sementara, sehingga sampah meluber hingga memakan badan jalan.
Beberapa TPS bahkan dipasangi spanduk yang berisi pemberitahuan bahwa penampungan sementara ditutup, namun sejumlah warga tetap membuang sampah dilokasi.
Pemerintah DIY mengaku sulit untuk memenuhi tuntutan warga yang meminta penutupan permanen karena mengingat TPA ini merupakan satu-satunya pintu terakhir dan belum ada tempat lain yang dapat menggantikan TPA Piyungan.
Yang dapat dilakukan selain dibuang ditempat sampah, sampah harus dipilah dulu antara organic dan nonorganik. Maka perlu dilakukan edukasi ke masyarakat tentang sampah agar pemandangan akan Nampak lebih nyaman.(Red).

