Wabah Pandemi Covid 19 di Bantul semakin menurun

Muaradua Rambupena.com
Oleh: Dewi Puspita Ningrum.
Kasus Covid-19 di Bantul dari hari kehari semakin menurun, selama Ramadan tanpa ada Covid-19 pun PTM sudah mulai berjalan atau sudah ringan karena dikurangi jam pembelajaran.

Isdarmoko memaparkan, jam kerja untuk PTM selama Ramadan adalah lima hari sekolah,yakni pada hari Senin- Kamis dimulai pukul 07.00-14.00 WIB, Jumat pukul 07.00-11.30 WIB.

Sementara untuk sekolah yang menerapkan enam hari kerja, PTM dilakukan Senin – Kamis dimulai pukul 07.00-13.00 WIB, Jumat 07.00-11.00 WIB, dan Sabtu 07.00-11.30 WIB. Untuk pembelajaran dilaksanakan dengan PTM terbatas 50%.
Durasi jam pembelajaran maksimal 30 menit yang disesuaikan dengan jenjang masing – masing.

Pembelajaran semua di mulai pukul 07.00 WIB.
Pembelajaran tatap muka (PTM) pada jenjang PAUD hingga SMP di Bantul dilakukan 100% mulai senin (9/5/2022).

Selain kasus Covid-19 yang semakin hari sudah melandai, persiapan Ujian Sekolah dan Penilaian Program Interasional atau programme for Internasional Student Assessment (PISA), menjadi motivasi dan alasan Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar PTM 100%.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Isdarmoko dalam (Jogjapolitan) menyebut, dilakukannya PTM 100% agar persiapan pembelajaran akhir tahun lebih maksimal.

Setidaknya ada empat agenda penting di akhir pembelajaran tahun ini, kami buka 100% untuk Ujian Sekolah, Penilaian Pembelajaran Akhir Tahun, Asesmen Standar Penilaian Daerah (ASPD), dan PISA. Sulit rasanya untuk menghadapi empat program tersebut tanpa pertemuan langsung dengan siswanya, “kata Isdarmoko.

Dengan PTM 100% ini, maka seluruh murid masuk sekolah seperti biasa, tanpa adanya shift per Angkatan sama seperti sebelumnya. Jika sekolah dapat menerapkan satu bangku untuk satu siswa, maka hal itu akan lebih bagus.

Pihak sekolah belum membuka kantinnya dan tidak di perkenankan untuk membeli makanan di luar sekolah, siswa Sekolah Dasar Singosaren menganjurkan untuk membawa bekal dari rumah seperti nasi, makanan ringan dan minuman sehat.

Orang tua murid dan perhimpunan guru melihat, pelanggaran protocol Kesehatan (prokes) saat PTM 100% yang dihadiri seluruh siswa kerap terjadi sehingga berpotensi terjadi penularan, ditengah varian Omicron Covid-19 yang memiliki penularan yang sangat cepat.

Pelanggaran itu diantaranya berupa ketidakdisiplinan penggunaan masker, ketidaksiapan sarana dan prasarana, kerumunan murid dan orang tua, hingga jam pembelajaran yang melebihi ketentuan. Pemerintah memastikan tetap melaksanakan PTM 100% dengan pengawasan ketat, dan jika ditemukan kasus positif saat PTM berlangsung, sekolah segera melakukan Langkah mitigasi.

Salah satu sekolah di Banguntapan membuat aturan yang sangat rinci seperti memakai masker saat pembelajaran berlangsung, harus cuci tangan menggunakan sabun setiap sampai di sekolah, mengecek suhu tubuh dengan termogan, jika suhu melebihi 37° siswa diperkenankan untuk pulang dan membawa hand sanitizer pribadi.

Semua sekolah sudah melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 2.
Dengan adanya PTM 100% saya was-was karena saya sendiri bekerja di salah satu rumah sakit untuk penanganan Covid-19, dan saya takut anak saya menularkan virus Covid- 19 kepada teman– temannya,karena tanpa gejala pun orang lain bisa tertular. Kata salah satu wali Murid.

Dampak dengan adanya PTM 100% bagi murid adalah senangnya bisa berkumpul kembali dengan teman – temannya, bermain bersama dan belajar bersama seperti dua tahun lalu, ujar Jibran.

Harapan kami dalam proses belajar mengajar atau PTM 100% ini tidak adanya penularan kasus Covid-19, tidak adanya siswa atau keluarga,yang baru saja melakukan perjalanan keluar kota.

Dalam pembelajaran ini semoga bisa mengejar materi yang dulunya terlambat karena adanya virus Covid-19 ini. Anak anak sekolah dasar harus mematuhi aturan yang diberikan dari sekolah agar tidak terjadi adanya penularan virus Covid-19 atau Omicron.Kepada siswa kelas 6 anak – anak lancer dalam ujian ASPD.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.