Daring,Luring dan Blended Learning

Muaradua Rambupena.com
Oleh :Wahyuni,S.Pd.
Kita semua tahu bahwasanya Covid 19/ Corona melanda dunia selama 2 tahun ini, Covid 19 adalah penyakit yang menyerang imun tubuh manusia. Biasanya orang yang terkena Covid 19 mengalami gejala seperti flu yakni ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, badan nyilu dan lain sebagainya.
Karena angka Covid 19 yang semakin meningkat dan menyebabkan banyak orang meninggal maka Covid 19 menjadi penyakit yang harus segera ditangani,Salah satu caranya dengan mendapatkan beberapa “Vaksin Covid 19” secara bertahap sebagai bentuk memperkuat imun tubuh.
Selain itu dengan cara 5M yaitu, memakai masker, mencuci tangan , menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas untuk meminimilasir dampak terkena virus Covid 19.
Ternyata Covid 19 tidak hanya memberikan dampak pada kesehatan, namun juga memberikan dampak pada ekonomi, sosial, bahkan pendidikan. Covid 19 menyebabkan ekonomi di Indonesia menjadi menurun drastis.
Hal tersebut didukung dengan adanya pemberlakuan PPKM (Peberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di sejumlah tempat di Indonesia,yang tentunya masyarakat di Indonesia terbatas untuk melakukan aktivitas bekerja.Delima bagi masyarakat ,Karena tidak bekerja tentu masyarakat tidak punya penghasilan, dan membuat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Dampak lain dari wabah Covid 19 yang terlihat pada bidang sosial, yakni menurunnya sikap toleransi dan sikap peduli pada sesama. Dimana masyarakat berjuang untuk sehat dan dengan adanya peberlakukan PPKM masyarakat banyak di rumah sehingga jarang untuk bertemu dengan orang lain.
Kebiasaan baru tesebut membuat masyarakat untuk lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain, sehingga membuat sikap toleransi menurun drastis dan tidak peduli orang sesama.
Selanjutnya dampak lain pada bidang pendidikan,yakni diberlakukannya pembelajaran secara “Daring dan Luring”. Daring artinya dalam jaringan yang berarti pembelajaran yang menggunakan IT (Teknologi Informasi).
Pada pembelajaram “Daring” memerlukan perangkat seperti HP Android, Internet, Wifi. Aplikasi yang digunakan bisa menggunakan WA Group, Google Classroom, Quiziz, Live Worksheet, Zoom, Google Meet dan masih banyak lagi. Aplikasi tersebut digunakan untuk mempermudah siswa dalam mengakses pembelajaran yang mencakup materi maupun soal.
Pembelajaran “Daring” tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan daring antara lain melatih kemandirian, terlatih menggunakan teknologi informasi, menambah wawasan, efektif dalam mengerjakan baik waktu, tempat dan tenaga.
Adapun kelemahan dari pembelajaran daring yaitu kurangnya interaksi antara siswa dan guru, kurang fokus, jaringan yang tidak stabil, kurangnya pemahaman terhadap materi.
Sementara “Luring” adalah pembelajaran di luar jaringan, artinya pembelajaran yang secara tatap muka yakni pembelajaran tanpa menggunakan jaringan internet. Pembelajaran luring sudah dilaksanakan sejak dulu, namun karena pandemi pembelajaran luring tidak digunakan dengan tujuan untuk memperkecil penularan Covid 19.
Pembelajaran luring dilaksanakan selama enam hari yakni Senin sampai Sabtu. Pada pembelajaran luring terjadi interaksi antara siswa dan guru. Siswa dan guru menggunakan buku pelajaran maupun media pembelajaran yang bisa dilihat dan dirasakan langsung.
Sama halnya dengan daring, pada pembelajaran luring juga mempunyai kelebihan dan kelemahan.Kelebihan luring antara lain siswa terpantau, siswa lebih fokus, siswa bisa berinteraksi dengan siswa maupun guru.
Sementara kelemahan dalam pembelajaran luring yaitu membutuhkan jarak dalam menempuh pembelajaran, waktu pembelajaran, kurang mandiri, beresiko tertular Covid 19, keterbatasan pengetahuan teknologi, sarana dan prasarana.
Kita sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan pembelajaran dari daring dan luring. Berdasarkan data tersebut tentunya sekolah hendaknya bisa menyesuaikan pembelajaran yang tepat.Pembelajaran daring tepat digunakan saat pandemi dan pembelajaran luring diterapkan saat keadaan sudah kondusif.
Seiring dengan keadaan sekarang tentunya pembelajaran daring dapat dikombinasikan dengan pembelajaran luring. Pada era sekarang sering kita sebut dengan “Blended Learning’ yang artinya pembelajaran yang memadukan antara daring dan luring. Pembelajaran “Blended Learning’ adalah pembelajaran yang fleksibel yang bisa menyesuaikan dengan keadaan sekolah baik saat pandemi maupun tidak.
Sekolah bisa memilih pembelajaran yang tepat yakni dengan cara menyesuaikan pembelajaran dengan keadaan sekolah masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring, luring dan “Blended Learning’ merupakan pembelajaran yang memiliki kelebihan, kelemahan serta saling mendukung satu sama lain.(Red).

