Politisi Partai Demokrat OKUS menolak Kenaikan BBM

Muaradua Rambupena.com.
Kebijakan pemerintah pusat yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.Antara lain datang dari anggota DPRD OKU Selatan Hisdan Kadir,S,IP.
Kang Hisdan sapaan akrabnya,sebagai Politisi dari Parta Demokrat ini secara tegas menyampaikan, bahwa kebijakan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi pasca pandemi Covid – 19 tersebut dinilai belum pantas serta sangar membebani masyarakat alias tidak pro rakyat.
“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dari Partai Demokrat, mengamati bahwa kenaikan harga BBM saat ini tidak lah tepat.Oleh Karena itu saya nyatakan dengan tegas “menolak” , Sebab saat ini masyarakat masih sangat terpuruk pasca pandemi Covid-19,” ujarnya.
Sambung Kang Hisdan,akibat kenaikan harga BBM ini,masyarakat merasa sangat terbebani ,yang mana akibat “dinaikannya harga BBM membuat kehidupan rakyat yang sudah sulit menjadi semakin sulit. Pemerintah bukannya mengurangi beban rakyat,akan tetapi justeru menambah beban mereka. Kondisi rakyat belum pulih akibat imbas wabah Covid 19, justeru semakin diperberat oleh Pemerintah,”Ungkap.
Lebih lanjut beliau mengkapkan, dirinya tidak melihat upaya pemerintah berhemat sebelum meminta rakyat untuk hidup lebih sulit dengan menaikkan harga BBM yang akan berimplikasi terhadap kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok.
Tak hanya itu, Hisdan juga menuturkan, ditengah masyarakat kesusahan karena kebijakan itu dirinya tidak melihat adanya upaya penghematan yang dilakukan pemerintah. Anggaran digelontorkan untuk pembangunan proyek pencitraan.
“Para pejabat dan aparat pemerintah memperlihatkan gaya hidup yang jauh dari kesengsaraan rakyat. Tidak terlihat tanda-tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah,” cetusnya.
Kemudian beliau mempertanyakan, alasan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi disaat harga minya dunia turun. “Kenapa kita menaikan harga BBM, kan minyak dunia turun,” pungkasnya,seraya mengatakan ikut prihatin dengan pemerintah daerah yang akan ikut terdampak akibat kenaikan harga BBM tersebut.(Ril/Red).















