Miris Nasib Siswi digilir secara bergantian

Muaradua Rambupena.com.
Sungguh miris nasib Bunga yang layu dipetik sebelum berkembang, seorang pelajar sebut saja namanya Bunga (14) siswi Kelas 3 SMP yang Juga Keterbatasan Mental Dan Tunawicara.

Bunga yang terpisah dengan ibu kandungnya sejak usia 6 bulan, yang kini diasuh oleh pasangan suami istri, RA (54) dan CD (45), pasangan suami tersebut adalah keluarga dari ayahnya korban yang kini telah menikah dan bermukim di Lampung Way Kanan.

RA saat di wawancara Awak Media mengungkapan, berawal dari kecurigaan keluarga karena Bunga saat itu pamit dengan nenek nya kekamar mandi untuk buang air kecil, setelah di cek ternyata Bunga tidak ada di kamar mandi.

Akhir nya pihak keluarga berusaha mencari Bunga, setelah beberapa saat akhir nya Bunga di temukan di Pemakaman Desa Kota Batu dengan dua pemuda berinisial AY warga Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan dan teman pemuda yang belum di ketahui namanya, Desa Tanjung Jati, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, Minggu (06/08/2022).

Setelah di bawa dan di tanya oleh keluarga akhirnya timbul pengakuan bahwa bunga di jemput atas perintah Kris.

Lebih rinci RA tidak lain Wak dari korban Bunga menerangkan” berawal dari tanggal 31 Juli 2022 anak kami Bunga ini keluar rumah dengan alasan mau buang air kecil, namun setelah di cek bunga tidak ada di kamar mandi setelah di cari oleh keluarga ternyata bunga di bawa AY beserta teman nya,” ucap RA selaku wak korban.
.
” Lalu AY dan temanya kami bawa kerumah korban (Bunga), setelah kami tanya AY mengaku bahwa dia di suruh Kris warga Desa Kota Batu sudah beristri dan mempunyai anak, yang sekarang buron”, papar nya.

Oleh pihak keluarga dihubungi lah orang tua pelaku, dan orang tua pelaku bertanggung jawab atas peristiwa Ini. Akhir nya pihak keluarga Kris datang kerumah Bunga namun tidak bersama Kris, menurut orang tuanya Kris kabur dari rumah saat ini.

Lebih lanjut malamnya ada chat di kira pamannya Kris, ternyata bukan melainkan Chatting melalui WhatsApp tersebut adalah IW dan DI warga Desa Jepara untuk menjemput Bunga.

Setelah di pancing dan atas keterangan mereka ternyata Bunga di jemput untuk di jual kepada SH, IW telah menawarkan Bunga kepada SH dengan imbalan alat motor berupa CDI.

Selanjutnya, setelah di tanya ternyata mereka di suruh oleh SH, Saat dihubungi melalui Handphone IW kepada SH di tanya ada nama YG, bahwa ada nama YG yang pernah juga menyetubuhi Bunga.

Akhirnya dari keterangan IW, bahwa pada tanggal 9 Juli 2022, YG dan Kris menyuruh RZ menjemput Bunga. Dan IW mengatakan pada saat itu bekisar pukul 12.00 Siang Kris, YG dan RZ menggilir Bunga.

” Setelah di tanya pertama kali menyetubuhi bunga adalah Kris, berganti dilanjutkan oleh YG dan RZ Bahkan saat itu YG ingin mengulang yang kedua kali,” tegas RA sembari menangis.

Sementara itu, Bunga saat di tanya dan di bantu oleh waknya CD dengan lancar Bunga menulis Tiga nama yang telah menyetubuhi nya pada tanggal 9 Juli 2022. Ada Tiga, Kris, YG dan RZ.

Sementara, IW yang saat itu mempersilahkan ketiga sekawan tersebut melakukan persetubuhan di rumah nya.

Kapolres OKU Selatan Indra Arya Yudha Melalui Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara saat di hubungi oleh Awak Media membenarkan Atas peristiwa tersebut.

” Benar itu adanya dan mereka sudah di tangkap dan saat ini kasus masih dalam proses dan di dalami “, Ujar Kasat melalui Whatshap.

” Untuk saat ini kasusnya sedang proses di dalami, dan pihak korban sudah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Pihak Kepolisian,” Tutup Kasat Acep.(Ril/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.