Gubernur Sumsel Herman Deru Tutup Festival Danau Ranau dan Resmi Buka Sriwijaya Green Fondo

Banding Agung Rambupena.com

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, secara resmi menutup rangkaian Festival Danau Ranau sekaligus membuka Gelaran Sriwijaya Green Fondo yang digelar di kawasan wisata Danau Ranau, Kabupaten OKU Selatan.

Festival Danau Ranau tahun ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan seni, budaya, dan promosi pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal, pelaku UMKM, serta ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Deru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat serta kerja keras pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata Danau Ranau.

Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi momentum penting untuk mengangkat potensi wisata Danau Ranau ke tingkat yang lebih tinggi. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Herman Deru di hadapan ribuan warga yang memadati area festival.

Resmi Buka Sriwijaya Green Fondo

Usai menutup festival, Herman Deru langsung membuka secara resmi Gelaran Sriwijaya Green Fondo, sebuah ajang olahraga bersepeda yang melibatkan para pegiat sepeda dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah provinsi untuk mendorong sport tourism sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Sriwijaya Green Fondo ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga upaya memperkenalkan keindahan alam Sumsel melalui jalur-jalur bersepeda yang menantang dan indah. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan terus berkembang,” kata Deru.

Antusiasme Peserta dan Manfaat untuk Daerah

Gelaran tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta yang memadati garis start sejak pagi. Peserta tidak hanya berasal dari Sumatera Selatan, tetapi juga dari provinsi lain bahkan komunitas sepeda nasional.

Masyarakat sekitar Danau Ranau juga menyambut baik kegiatan ini karena memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang kuliner, penginapan, serta penyedia jasa wisata lokal.

Dengan ditutupnya Festival Danau Ranau dan dimulainya Sriwijaya Green Fondo, pemerintah berharap kawasan Danau Ranau semakin dikenal baik sebagai destinasi wisata budaya maupun wisata olahraga berkelas nasional.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.