Urun rembuk wali murid dan Guru SDN 07 Kiwis Raya berakhir damai

Muaradua Rambupena.com Sempat viral di medsos (media sosial) beberapa pekan lalu, kasus pemukulan guru terhadap muridnya di SDN 07 Kiwis Raya Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan kini berakhir damai secara kekeluargaan.

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Kepala Desa Kiwis Raya Sartono, S. I. Pust dalam Musyawarah Mufakat menyelesaikan perselisihan terkait dugaan penganiayaan terhadap murid yang digelar di Balai Desa Kiwis Raya, pada Rabu siang (18/5/2022).

Tadi kita sudah sama sama saksikan bahwa, perselisihan terkait adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap murid yang dimana berdasarkan laporan dari pihak orang tua murid dilakukan oleh guru pada hari ini telah sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.

Selanjutnya dengan didasari hasil kemufakatan juga akan mencabut laporan di kepolisian secepatnya di Polres OKU Selatan,dengan kebesaran hati demi kemajuan pendidikan di OKU Selatan,ungkap tono sapaan akrab Kepala Desa Kiwis Raya.

Urun rembuk ini juga dihadiri Kapolsek Banding Agung, Camat,serta Kedua belah pihak yang berselisih,dan rekan-rekan pers. Intinya saya selaku Kepala Desa berterimakasih kepada Kapolsek Banding Agung yakni Bapak Iptu Abusama, SH dari pihak kepolisian dan Bapak Camat Warkuk Ranau Selatan Baoak Abdul Haris, SKM., MM yang sudah meluangkan waktu serta membantu kami dalam proses perdamaian ini.

Walau hal ini sebelumnya cukup menguras energi, tapi alhamdulillah seperti yang kita lihat bersama kata mufakat untuk berdamai sudah tercapai tanpa adanya halangan yang berarti ,ujar toto.

Sementara itu, Dalam pantauan awak media terlapor seorang guru SDN 07 Kiwis Raya OKU Selatan yang diduga melakukan pemukulan bernama Ahmad Samili (56) mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan adalah unsur ketidaksengajaan, dan semata mata hanya untuk mendidik murid tersebut,serta Saya pribadi meminta maaf terhadap orang tua korban.

bersyukur orang tua korban telah memaafkan dan akan mencabut laporan, serta berjanji akan menjadi lebih baik lagi dalam menjankan tugas sebagai tenaga pendidik ke depannya, ungkapnya.

Muslimin (52) selaku orang tua korban mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait atas kasus ini, dan sudah memaafkan guru yang sempat dilaporkan ke pihak kepolisian tersebut, serta secepatnya juga mengatakan akan mencabut laporan pemukulan terhadapan anaknya dalam waktu dekat,pungkas.

Sementara itu Kapolsek Banding Agung Iptu Abusama, SH yang menyaksikan langsung musyawarah perdamaian tersebut,menambahkan bahwa setelah proses perdamaian ini dilakukan,serta laporan juga nanti sudah dicabut otomatis perkara pemukulan terhadap murid sudah selasai, dan saya berharap tidak terulang lagi kasus yang sama.

Alangkah baiknya jika permasalahan itu kita selesaikan dengan cara kekeluargaan atau urun rembuk apalagi kasus seperti ini,dapat kita ambil hikmahnya, kedepan kami berharap setelah proses damai ini sudah selesai,guru bisa menjalankan tupoksinya dengan baik,begitupun sebaliknya bagi anak didik serta orangtuanya,ujar Kuyung ujar sapaan beliau.

Yakinlah tidak ada guru yang berniat jahat terhadap muridnya, apalagi sampai disengaja untuk memukul mungkin itulah cara guru mendidik agar murid bisa menjadi orang yang berguna, artinya itulah bagian dari cara guru dan yakinlah guru tidak akan melakukan hal tanpa adanya sebab dan akibat.

Lanjut Kuyung, dulu sewaktu saya sekolah, kalau urusan di jewer dan dipukul sudah biasa, bahkan bila saya yang mengadu pada orangtua,justru saya yang di tambahi pukulan, gurau beliau sambil tertawa.

Ini hanya perselisihan dan kesalahpahaman biasa, dan saya juga mengapresiasi syukur alhamdulillah, saya sampaikan bahwa hari ini kedua belah pihak sudah berdamai.

Nah selanjutnya karena keduanya sudah bersepekat untuk urun rembuk/berdamai secara kekeluargaan insya allah semua akan baik baik saja, dan yakinlah semua akan ada hikmahnya. Pungkas Kuyung Abu sapaan akrab Kapolsek Banding Agung Iptu Abusama, SH

Lanjut Kuyung Abu, lagi lagi mengatakan bahwa yakinlah semua ada hikmahnya, mungkin kalau tidak jalan seperti ini kita tidak bisa saling mengenal dan bersilaturahmi,yakinlah ini sudah jalannya untuk kita semua dipertemukan,

Ahir wejangan berliau besar harapan kedepan dengannya, perdamaian yang sudah tercipta ini kita semua akan menjadi insanul karim (manusia yang baik) dan lebih baik lagi.Pesan saya utamakan persaudaraan jaga silaturahmi Tutup Kapolsek Banding Agung Iptu Abusama, SH.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.